Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Laporan KKN 2025 - GERBANG SEHAT “Gerakan Bersama Membangun Kesehatan Desa

Laporan KKN

Laporan KKN 2025 - GERBANG SEHAT “Gerakan Bersama Membangun Kesehatan Desa

Annisa Rahma Husni dkk. - Nama Orang; Ns. Ika Juita Giyaningtyas.,M.Kep - Nama Orang;

RINGKASAN

Stunting merupakan kondisi pada anak dengan gagal tumbuh atau terlambat
bertumbuh karena kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak dalam kandungan ibu
selama 1000 hari pertama kehidupan hingga usia 23 bulan (baduta) (Kementerian
PPN/ Bappenas, 2018). Penyebab dari stunting adalah pola asuh yang kurang baik,
pelayanan antenatal care yang kurang kepada ibu, hambatan akses rumah tangga
untuk makanan yang bergizi, hambatan akses terhadap air bersih dan sanitasi, serta
penyakit infeksi yang diderita oleh anak. Selain itu masih terdapat penyebab dari
faktor sosial, ekonomi, budaya, dan politik (Carolina, 2021). Kondisi stunting
bersifat tidak dapat kembali sehingga upaya signifikan yang dapat dilakukan untuk
mencegah kekurangan gizi adalah dengan pencegahan stunting.
Pernikahan dini juga menjadi isu penting, dimana Indonesia menempati urutan
kedua tertinggi di ASEAN. Angka perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun
mencapai 22,91% pada 2017 (BPS), dan turut berkontribusi terhadap tingginya
angka kematian ibu (AKI), terutama akibat kehamilan usia remaja. Pernikahan dini
dipahami sebagai tradisi pernikahan yang umumnya dilakukan oleh pasangan pria
dan wanita yang belum mencukupi umur dengan kriteria usia yang masih relatif
muda yaitu 10-19 tahun saat melaksanakan pernikahan. Tradisi ini masih terjadi di
Indonesia, pada umumnya dilakukan oleh masyarakat di daerah pedalaman. Hal ini
dikarenakan budaya untuk menikah dini masih dipegang teguh oleh sebagian
masyakakat.
Selain itu, penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) juga masih
menjadi ancaman kesehatan. Demam berdarah dangue (DBD) adalah penyakit
menular yang disebebkan oleh Virus Dangue dan ditularkan melalui vektor nyamuk
dari spesies Aedes albopictus. Peran vektor dalam penyebaran penyakit
menyebabkan kasus banyak ditemukan pada musim hujan ketika munculnya
banyak genangan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk.

Sebagai respon atas masalah tersebut, tim KKN melaksanakan program
GERBANG SEHAT (Gerakan Bersama Membangun Kesehatan Desa) yang
meliputi beberapa langkah strategis: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa
brownies dari ikan bandeng yang kaya nutrisi; penanaman enam jenis tanaman
herbal (kelor, pegagan, kunyit, temulawak, kencur, sereh); serta edukasi visual
melalui “PAGI” (Pagar Informasi) yang memuat manfaat herbal untuk gizi. Di sisi
lain, dilakukan skrining tumbuh kembang anak usia 3–4 tahun dengan metode
SDIDTK. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga dilaksanakan
kepada anak-anak melalui animasi cuci tangan dan games. Edukasi stunting
dilakukan melalui video, diskusi, dan post test. Edukasi DBD pun diberikan untuk
meningkatkan pemahaman pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Program
sosialisasi pasangan muda juga direncanakan untuk menekan pernikahan dini dan
AKI.
Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai program.
Pada skrining tumbuh kembang, dilakukan pengukuran fisik anak secara
menyeluruh dengan keterlibatan kader dan bidan. Dalam pelatihan PMT, brownies
hijau buatan kelompok memperoleh predikat terbaik dari penilaian desa. Edukasi
DBD berhasil meningkatkan pemahaman warga, meskipun kesadaran akan
kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan. Penanaman TOGA terlaksana
dengan antusiasme warga dan tambahan tanaman lokal. Edukasi PHBS berlangsung
interaktif melalui Pre - Post test dan games bersama anak-anak. Edukasi stunting
dilaksanakan di dua lokasi dengan diskusi dan video. Satu program, yaitu sosialisasi
pasangan muda, belum terlaksana karena keterbatasan waktu dan pemateri.

Kata Kunci: Stunting, Pernikahan Dini, DBD, Edukasi kesehatan


Ketersediaan
KKN6Q1KKN 6 2025RAK PUBLIKASI/PROSIDINGTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - RUSAK DALAM PERBAIKAN
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KKN 6 2025
Penerbit
Bekasi : STIKes Mitra Keluarga., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
KKN 6 2025
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Tercetak
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
DBD, Demam Berdarah
stunting
Pernikahan Dini
Info Detail Spesifik
Kecamatan Muara Gembong, Desa Pantai Bakti
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Laporan KKN 2025 - GERBANG SEHAT “Gerakan Bersama Membangun Kesehatan Desa
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga
  • Informasi
  • Kubuku
  • Link E-Resource
  • Repository

Tentang Kami

Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga menerapkan Sistem Layanan Terbuka bagi pengunjung, dalam hal ini pengunjung dapat langsung mencari koleksi yang diinginkannya ke rak yang tersedia.


Statistik Pengujung

Hari ini : 1 Minggu Terakhir : 1 Bulan Terakhir : Seluruh :

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik