Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI IKAN DAN ASUPAN PROTEIN HEWANI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS PULAU PANGGANG KEPULAUAN SERIBU

REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN

HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI IKAN DAN ASUPAN PROTEIN HEWANI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS PULAU PANGGANG KEPULAUAN SERIBU

Akhyar Puady - Nama Orang;

Stunting adalah salah satu masalah yang dialami oleh balita di dunia, Indonesia termasuk ke dalam
5 negara dengan jumlah balita tertinggi yang mengalami stunting didunia. Stunting merupakan suatu
kondisi tinggi badan balita ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan balita pada seumurannya.
Stunting menjadi fokus utama Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030, dengan tujuan
mengakhiri semua bentuk malnutrisi, mengurangi stunting dan wasting pada balita, serta menangani
kebutuhan gizi remaja perempuan, wanita hamil, menyusui, dan lansia. Menggunakan metode
observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 116 balita yang
diambil menggunakan metode non probability sampling dengan Teknik consecutive sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner FFQ (Food Frequency Questionare) untuk melihan frekuensi
konsumsi ikan dan Recall 24 hours untuk melihat asupan protein hewani balita. Hasil penelitian
menggunakan uji chi-square menunjukan p-value frekuensi konsumsi ikan sebesar 0,367 (p-value >
α (0,05)) dan p-value) asupan protein hewani sebesar 0,061 (p-value > α (0,05)) dan p-value). tidak
terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi ikan dengan kejadian stunting pada balita dan tidak
ada hubungan antara asupan protein hewani dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja
Puskesmas Pulau Panggang.
Kata kunci: Asupan protein hewani; balita; frekuensi konsumsi ikan; stunting.


Ketersediaan
KTI1566Q1S1.GIZI 1566 2024RAK REFERENSI TUGAS AKHIRTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
S1.GIZI 1566 2024
Penerbit
Bekasi : Prodi Ilmu Gizi STIKes Mitra Keluarga., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
S1.GIZI 1566 2024
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Tercetak
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
stunting
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Akhyar Puady
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga
  • Informasi
  • Kubuku
  • Link E-Resource
  • Repository

Tentang Kami

Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga menerapkan Sistem Layanan Terbuka bagi pengunjung, dalam hal ini pengunjung dapat langsung mencari koleksi yang diinginkannya ke rak yang tersedia.


Statistik Pengujung

Hari ini : 1 Minggu Terakhir : 1 Bulan Terakhir : Seluruh :

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik