Image of INOVASI PEMBUATAN SEDIAAN NANOEMULGEL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.)

REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN

INOVASI PEMBUATAN SEDIAAN NANOEMULGEL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.)



ABSTRAK

Pendahuluan: Daun kelor memiliki kandungan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan.
Oleh sebab itu, daun kelor digunakan sebagai bahan aktif sediaan tabir surya (sunscreen) yang
mencegah terjadinya kanker kulit. Salah satu produk inovasi sediaan tabir surya dari daun kelor
adalah nanoemulgel. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan
nanoemulgel ekstrak etanol daun kelor dengan Formula 1 (F1) 1 %, Formula 2 (F2) 2%, dan Formula
3 (F3) 3%. Metode: Jenis penelitian ini adalah mixed method (kuantitatif dan kualitatif) dengan
desain eksperimental. Penelitian ini memiliki variabel bebas berupa konsentrasi ekstrak etanol daun
kelor sebesar 1%, 2%, dan 3%. Variabel terikat meliputi nilai transmitan dan pH. Penelitian ini juga
mencakup variabel mandiri, seperti skrining fitokimia ekstrak etanol daun kelor, uji stabilitas fisik
SNEDDS (sentrifugasi dan freeze thawing), dan uji stabilitas fisik nanoemulgel (organoleptis,
homogenitas, viskositas, dan daya sebar). Sampel yang digunakan adalah ekstrak etanol daun kelor.
Pengujian yang dilakukan meliputiskrining fitokimia terhadap senyawa flavonoid dan stabilitas fisik
sediaan SNEDDS (uji transmitan, sentrifugasi dan freeze thawing), stabilitas fisik sediaan
nanoemulgel (uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan daya sebar). Data dianalisis secara
deskriptif dan komparatif menggunakan One-way ANOVA. Hasil: Hasil skrining fitokimia ekstrak
etanol daun kelor positif mengandung flavonoid. Hasil uji transmitan ketiga formula SNEDDS
menunjukkan nilai transmitan >95%. Hasil uji One-way ANOVA menunjukkan tidak terdapat
pengaruh secara nyata variasi formula ekstrak terhadap nilai transmitan SNEDDS (0,254 > 0,05).
Hasil uji sentrifugasi ketiga formula SNEDDS tidak menunjukkan adanya pemisahan dan pada uji
freeze thawing tidak menunjukkan perubahan warna, bau, dan pemisahan fase. Hasil uji evaluasi
nanoemulgel ekstrak etanol daun kelor F1 1%, F2 2%, dan F3 3% selama 4 minggu penyimpanan
menunjukkan bahwa organoleptis F1 berwarna bening/transparan, F2 berwarna hijau muda
transparan, dan F3 berwarna hijau transparan serta ketiga formula memiliki bau khas daun kelor
serta berbentuk gel semi padat. Hasil uji homogenitas ketiga formula diperoleh hasil yang homogen.
Hasil uji viskositas ketiga formula memiliki nilai viskositas sebesar 20.000 cP. Hasil uji daya sebar
F1 (6,8-7 cm); F2 (7 cm), dan F3 (7 cm). Hasil uji pH F1 (5,28-5,38); F2 (5,35-5,43), dan F3 (5,40-
5,52). Hasil uji One-way ANOVA nilai pH menunjukkan terdapat pengaruh secara nyata variasi
formula ekstrak terhadap nilai pH sediaan nanoemulgel (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Seluruh
formulasi nanoemulgel ekstrak etanol daun kelor stabil selama 4 minggu penyimpanan dan
berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh secara nyata variasi
formula ekstrak terhadap nilai transmitan SNEDDS (0,254 > 0,05). Namun, terdapat pengaruh
secara nyata variasi formula ekstrak terhadap nilai pH sediaan nanoemulgel (0,000 < 0,05).

Kata Kunci: ekstrak daun kelor, formulasi, SNEDDS, nanoemulgel, stabilitas fisik


Ketersediaan

KTI1526Q1S1.FARMASI 1526 2024RAK REFERENSI TUGAS AKHIRTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
S1.FARMASI 1526 2024
Penerbit Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga : Bekasi.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
S1.FARMASI 1526 2024
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Tercetak
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this