Image of UJI PENGARUH EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK MANIS (Citrus x aurantium L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus epidermidis ATCC: 12228

REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN

UJI PENGARUH EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK MANIS (Citrus x aurantium L) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus epidermidis ATCC: 12228



ABSTRAK

Pendahuluan: Penyebab pada jerawat adalah bakteri Staphylococcus epidermidis. Salah satu cara
untuk mengobati jerawat biasanya menggunakan antibiotik yang dapat mengurangi peradangan dan
membunuh bakteri, seperti tetrasiklin, eritromisin, doksisiklin, dan klindamisin. Pada dampak yang
ditimbulkan dari jerawat serta pengobatannya, maka perlu diupayakan untuk pencarian bahan alami
yang dapat mencegah tumbuhnya bakteri penyebab jerawat yang berpotensi sebagai antibakteri
adalah jeruk manis (Citrus x aurantium L). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh antibakteri jeruk manis (Citrus x aurantium L) terhadap bakteri Staphylococcus
epidermidis. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian ini adalah
eksperimental. Metode: Skirining Fitokimia, Uji KHM dan KBM konsentrasi 100% (1mg/ml), 50%
(0,5mg/ml), 25% (0,25mg/ml), 12,5% (0,125mg/ml), 6,25% (0,0625mg/ml), 3,12% (0,0312), 1,56%
(0,0156mg/ml), dan 0,78% (0,0078mg/ml). Sampel pada penelitian ini Staphylococcus epidermidis,
ekstrak etanol 70% kulit jeruk manis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
deskriptif. Hasil: Hasil nilai persentase rendemen ekstrak kulit jeruk manis sebesar 35,78% dari 500
gram serbuk memenuhi persyaratan nilai rendemen ekstrak yaitu tidak kurang dari 7,2%. Uji
skrining fitokimia positif adanya tanin, alkaloid, flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Hasil uji
KHM dan KBM pada konsentrasi 100% (1mg/ml), 50% (0,5mg/ml), 25% (0,25mg/ml), 12,5%
(0,125mg/ml), 6,25% (0,0625mg/ml), 3,12% (0,0312), 1,56% (0,0156mg/ml), dan 0,78%
(0,0078mg/ml) tidak mampu menghambat bakteri pertumbuhan Staphylococcus epidermidis.
Kesimpulan: Ekstrak etanol 70% kulit jeruk manis tidak dapat menghasilkan nilai KHM dan KBM
dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.
Kata Kunci: Jerawat, Antibakteri, KHM (Konsentrasi hambat miminum), KBM (Konsentrasi bunuh
minimum), skrining fitokimia.


Ketersediaan

KTI1513Q1S1.FARMASI 1513 2024RAK REFERENSI TUGAS AKHIRTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
S1.FARMASI 1513 2024
Penerbit Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga : Bekasi.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
S1.FARMASI 1513 2024
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Tercetak
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this