Image of PENERAPAN SHAKER EXERCISE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MENELAN
PADA PASIEN STROKE DI RS X KOTA BEKASI

REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN

PENERAPAN SHAKER EXERCISE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MENELAN PADA PASIEN STROKE DI RS X KOTA BEKASI



ABSTRAK

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak berkurang akibat
penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).stroke
terjadi sangat cepat dengan tanda-tanda klinik yang berkembang yaitu gangguan fungsi
otak fokal atau global dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih
yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler( WHO
2014).) akibat dari penyakit stroke adalah adanya kececatan dan kematian. Di Indonesia
prevalensi penderita stroke berdasarkan hasil riskesdas pada tahun 2018 meningkat
dibandingkan tahun 2013 (Kementerian Kesehatan RI, 2018).Disfungsi gangguan menelan
merupakan permasalahan pasien stroke akut yang disebabkan oleh gangguan saraf dan
terjadi pada pasien usia dewasa dan lanjut. Dampak yang terjadi adalah risiko pneumonia,
malnutrisi, dehidrasi dan menurunnya kualitas hidup. Hal tersebut yang menjadikan dasar
perawat untuk melakukan tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah gangguan
menelan.Shaker Exercise dilakukan dengan cara pasien berbaring dalam posisi terlentang
kepala diganjal menggunakan bantal dan kemudian mengangkat kepalanya untuk melihat
jari-jari kaki untuk memfasilitasi peningkatan pembukaan sfingter esofagus atas melalui
peningkatan hyoid dan laring anterior dan superior (American Speech, 2019).Tujuan
adalah untuk mengetahui pengaruh shaker exercise terhadap kemampuan menelan pasien
stroke akut dengan disfungsi gangguan menelan pada pasien Stroke.Metode penelitian
pada karya tulis ilmiah ini adalah studi kasus deskriptif yang melibatkan 2 pasien dengan
diagnosa Gangguan menelan di RS X Kota Bekasi . Hasil yang didapatkan pada kedua
pasien yang sudah diberikan intervensi shaker exercise terjadi peningkatan kemampuan
menelan dengan menggunakan Gugging Swallowing Scale (GUSS) sebelum dan setelah
intervensi tiga kali sehari selama 5 hari Saran selanjutnya dapat di rekomendasiakan
sebagain inetrvensi keperawataan mandiri dalam menangani pasien stroke dengan
gangguan menelan

Kata kunci: stroke ,gangguan menelan , Shaker Exercise


Ketersediaan

KIAN169Q1KIAN 169 2024RAK REFERENSI TUGAS AKHIRTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
KIAN 169 2024
Penerbit Profesi Ners STIKes Mitra Keluarga : Bekasi.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
KIAN 169 2024
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Tercetak
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this