REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN
Pengaruh Variasi Pelarut (Etanol, Etil Asetat, dan n-Heksan) Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Kulit Jeruk Limau (Citrus amblycarpa (Hassk) Osche)
Tanaman jeruk Limau merupakan salah satu tanaman endemik Indonesia,
yang sudah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Diketahui bahwa
kandungan metabolit sekunder yang dimiliki tanaman jeruk limau salah
satunya adalah flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya
pengaruh pelarut etanol, etil asetat dan n-heksan terhadap kadar flavonoid
pada ekstrak kulit jeruk limau (Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle).
Ekstraksi kulit jeruk limau (Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle)
menggunakan metode maserasi dengan variasi pelarut yaitu etanol, etila
asetat, dan n-heksan. Ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan kulit jeruk
limau ditetapkan kadar flavonoid dengan menggunakan metode
kolorimetri AlCl3 dengan baku pembanding kuersetin pada panjang
gelombang maksimum 430 nm dengan operating time 50 menit. Data
dianalisis dengan uji One Way ANOVA .hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa pengaruh pelarut etanol, etil asetat dan n-heksan mampu
berpengaruh secara nyata terhadap rata-rata kadar flavonoid (0.00< 0.05).
Adapun rata-rata kadar flavonoid total pada ekstrak etanol, etil asetat dan
n-heksan kulit jeruk limau secara berturut-urut adalah -0.203% (b/b),
0.640% (b/b), dan -0.236% (b/b).
kata kunci: Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle, Maserasi, Kadar Flavonoid
| KTI863Q1 | S1.FARMASI 863 2021 | Tersedia | |
| CD832Q1 | S1.FARMASI 863 2021 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain