REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN
HUBUNGAN POLA MAKAN TIDAK TERATUR DAN KONSUMSI MAKANAN PEDAS DENGAN RISIKO DYSPEPSIA PADA MAHASISWA STIKES MITRA KELUARGA BEKASI
ABSTRAK
Dyspepsia merupakan kumpulan gejala berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.
Mahasiswa termasuk kelompok berisiko mengalami dyspepsia karena kepadatan kegiatan akademik
yang menyebabkan pola makan tidak teratur, serta kebiasaan mengonsumsi makanan pedas yang
semakin populer. Kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas dan prestasi akademik
mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan tidak teratur dan
konsumsi makanan pedas dengan risiko dyspepsia pada mahasiswa STIKes Mitra Keluarga Bekasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional pada 193
mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sindrom dyspepsia fungsional berdasarkan
kriteria Rome IV, kuesioner keteraturan makan, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk
mengukur konsumsi makanan pedas. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan
signifikan antara pola makan tidak teratur dengan risiko dyspepsia (p=0,689) dan tidak terdapat
hubungan signifikan antara konsumsi makanan pedas dengan risiko dyspepsia (p=0,090).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan tidak teratur dan konsumsi makanan pedas tidak
terbukti berhubungan secara signifikan dengan risiko dyspepsia pada mahasiswa STIKes Mitra
Keluarga Bekasi. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain seperti tingkat stres,
kualitas tidur, dan aktivitas fisik, serta menggunakan teknik simple random sampling. Mahasiswa
tetap dianjurkan menjaga keteraturan waktu makan dan membatasi konsumsi makanan pedas
sebagai upaya pencegahan dyspepsia.
Kata kunci: dyspepsia, mahasiswa, makanan pedas, pola makan tidak teratur
| KTI11871Q1 | RAK REFERENSI TUGAS AKHIR | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN |
Tidak tersedia versi lain