Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PASCA OPERASI TONSILEKTOMI  PADA ANAK USIA 4-13 TAHUN DI RS  SWASTA X KOTA BEKASI

REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN

PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PASCA OPERASI TONSILEKTOMI PADA ANAK USIA 4-13 TAHUN DI RS SWASTA X KOTA BEKASI

Beatrix Aestika Rosmaria - Nama Orang;

ABSTRAK Latar Belakang: Tonsilitis merupakan kondisi peradangan yang umum terjadi pada tonsil anak-anak dan remaja. Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus dan bersifat self-limiting, namun episode yang berulang atau berat sering kali memerlukan tindakan tonsilektomi. Nyeri pasca-tonsilektomi tetap menjadi masalah utama akibat cedera jaringan dan peningkatan sensitivitas nosiseptif. Penatalaksanaan nyeri non-farmakologis seperti terapi kompres dingin dianggap bermanfaat karena dapat mengurangi aliran darah, perdarahan, serta edema, dan memberikan efek analgetik dengan memperlambat hantaran saraf. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi kompres dingin terhadap penurunan nyeri pada pasien anak pasca-tonsilektomi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasieksperimental dengan pendekatan one-group pre-test post-test. Jumlah sampel sebanyak 14 anak usia 4–13 tahun pasca operasi tonsilektomi. Intensitas nyeri diukur menggunakan instrumen Wong-Baker Face Rating Scale. sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Setelah dilakukan pemberian kompres dingin pasca operasi tonsilektomi, rata-rata tingkat nyeri sebelum pemberian kompres dingin berada kategori nyeri berat dengan nilai mean 8,29, sedangkan tingkat nyeri setelah pemberian kompres dingin terjadi penurunan dengan kategori sedang dengan nilai mean 5,29. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi kompres dingin. Kesimpulan: Terapi kompres dingin dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis tambahan untuk menurunkan nyeri pasca-operasi pada pasien anak dengan tonsilektomi. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan kelompok kontrol dianjurkan untuk memperkuat temuan ini.

Kata Kunci: tonsilektomi, kompres dingin, anak, nyeri pasca-operasi


Ketersediaan
KTI1855Q1S1.KEP 1855 2026RAK REFERENSI TUGAS AKHIRTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
S1.KEP 1855 2026
Penerbit
Bekasi : Prodi Keperawatan STIKes Mitra Keluarga., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
S1.KEP 1855 2026
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Tercetak
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
NYERI PASCA OPERASI
TONSILEKTOMI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Beatrix Aestika Rosmaria
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga
  • Informasi
  • Kubuku
  • Link E-Resource
  • Repository

Tentang Kami

Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga menerapkan Sistem Layanan Terbuka bagi pengunjung, dalam hal ini pengunjung dapat langsung mencari koleksi yang diinginkannya ke rak yang tersedia.


Statistik Pengujung

Hari ini : 1 Minggu Terakhir : 1 Bulan Terakhir : Seluruh :

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik