Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of HUBUNGAN FREKUENSI DAN PORSI KONSUMSI
MINUMAN BERPEMANIS DENGAN INDEKS MASSA TUBUH
(IMT) SEBAGAI INDIKATOR TERJADINYA OBESITAS
PADA MAHASISWA STIKES MITRA KELUARGA

REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN

HUBUNGAN FREKUENSI DAN PORSI KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) SEBAGAI INDIKATOR TERJADINYA OBESITAS PADA MAHASISWA STIKES MITRA KELUARGA

Fatchan Abdullah Albaarik - Nama Orang;

ABSTRAK

Latar Belakang: Konsumsi minuman berpemanis merupakan salah satu faktor yang diduga
berkontribusi terhadap peningkatan asupan energi dan risiko terjadinya obesitas. Mahasiswa sebagai
kelompok usia dewasa awal rentang mengalami perubahan pola makan dan gaya hidup yang dapat
memengaruhi status gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara frekuensi
dan porsi konsumsi minuman berpemanis dengan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa
STIKes Mitra Keluarga. Metode: Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan
melibatkan 86 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi
dan eksklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner SQ-FFQ untuk mengukur frekuensi dan porsi
konsumsi SSB dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis data dilakukan secara
univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan untuk meganalisis hubungan antar variabel
adalah uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden diklasifikasikan ke dalam kategori
konsumsi dengan frekuensi rendah dan porsi kecil. Sebagian besar mahasiswa memiliki IMT
normal, meskipun 44,1% berada dalam kategori risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Tidak
ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi dan IMT (p = 0,352; r = −0,102) atau
antara ukuran porsi dan IMT (p = 0,378; r = −0,096). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pada
mahasiswa STIKes Mitra Keluarga, frekuensi dan porsi konsumsi minuman berpemanis secara
statistik tidak berhubungan signifikan dengan IMT. Status gizi kemungkinan dipengaruhi oleh
berbagai faktor lain seperti pola makan secara keseluruhan, durasi tidur, dan aktivitas fisik.

Kata kunci: Minuman berpemanis, Frekuensi konsumsi, Porsi konsumsi, Indeks Massa Tubuh,
Mahasiswa.


Ketersediaan
KTI1833Q1S1.KEP 1833 2026RAK REFERENSI TUGAS AKHIRTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
S1.KEP 1833 2026
Penerbit
Bekasi : Prodi Keperawatan STIKes Mitra Keluarga., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
S1.KEP 1833 2026
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Tercetak
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Indeks Massa Tubuh
Minuman berpemanis
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Fatchan Abdullah Albaarik
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga
  • Informasi
  • Kubuku
  • Link E-Resource
  • Repository

Tentang Kami

Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga menerapkan Sistem Layanan Terbuka bagi pengunjung, dalam hal ini pengunjung dapat langsung mencari koleksi yang diinginkannya ke rak yang tersedia.


Statistik Pengujung

Hari ini : 1 Minggu Terakhir : 1 Bulan Terakhir : Seluruh :

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik