REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN
HUBUNGAN SELF-STIGMA DAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUD X JAKARTA
ABSTRAK
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global dengan angka insidensi dan
mortalitas yang tinggi yang berdampak pada kondisi fisik dan psikososial yaitu self-stigma, yang
berdampak pada kualitas hidup pasien. Resiliensi berperan penting dalam membantu pasien
beradaptasi dan bangkit menghadapi stigma maupun beban penyakit, sehingga berpotensi
meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-
stigma dan resiliensi dengan kualitas hidup pada pasien Tuberkulosis di RSUD X Jakarta. Metode:
Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi
adalah seluruh pasien Tuberkulosis di RSUD X Jakarta, dengan jumlah sampel 73 responden yang
dipilih menggunakan teknik Consecutive sampling. Variabel self-stigma diukur menggunakan
instrumen Self-stigma Scale (SSS), variabel resiliensi diukur menggunakan Connor-Davidson
Resilience Scale (CD RISC), dan variabel kualitas hidup mengukur World Health Organization’s
Quality of Life (WHOQOL-BREF). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui
hubungan antar variabel. Hasil: hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara self-stigma
dengan kualitas hidup dengan p-value 0,000 dan resiliensi dengan keualitas hidup dengan p-value
0,049. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self-stigma dan resiliensi dengan
kualitas hidup. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang berfokus pada penurunan
self-stigma serta peningkatan resiliensi pasien guna mendukung keberhasilan pengobatan dan
kesejahteraan psikologis pasien tuberkulosis.
Kata kunci: Self-stigma, resiliensi, kualitas hidup, tuberculosis
| KTI1813Q1 | S1.KEP 1813 2026 | RAK REFERENSI TUGAS AKHIR | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN |
Tidak tersedia versi lain