REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA METODE ENHANCED RECOVERY AFTER CAESAREAN SURGERY DI RUMAH SAKIT X CIKARANG
ABSTRAK
Latar Belakang: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan.
Faktor demografi seperti usia dan paritas sering kali dikaitkan dengan perbedaan persepsi tingkat
nyeri yang dirasakan individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
usia dan paritas dengan tingkat nyeri pada responden. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 45 responden yang diambil
menggunakan teknik sampling tertentu. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square
dan Risk Estimate (Odds Ratio) dengan tingkat kepercayaan 95% (\alpha = 0,05). Hasil: Hasil
analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dengan tingkat nyeri (p
= 0,001). Responden dengan kategori usia beresiko memiliki peluang 10 kali lebih besar untuk
mengalami nyeri sedang dibandingkan usia tidak beresiko (OR = 10,000; CI 95\% = 2,452 – 40,778).
Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara paritas dengan tingkat nyeri (p =
0,280). Kelompok multipara memiliki peluang 2,125 kali mengalami nyeri sedang namun secara
statistik tidak bermakna (OR = 2,125; CI 95\% = 0,534 – 8,453). Kesimpulan: Usia merupakan
faktor risiko yang bermakna terhadap tingkat nyeri, di mana usia yang beresiko cenderung
meningkatkan intensitas nyeri. Namun, faktor paritas tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat nyeri pada responden dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Usia, Paritas, Tingkat Nyeri, ERACS, Post Sectio Caesarea.
| KTI1804Q1 | S1.KEP 1804 2026 | RAK REFERENSI TUGAS AKHIR | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN |
Tidak tersedia versi lain