REPOSITORI KTI/Skripsi/KIAN
PENGARUH PROGRAM MENTORING PSIKOSOSIAL TERHADAP IMPOSTOR SYNDROME PADA MAHASISWA PENERIMA BEASISWA DI STIKES X BEKASI
ABSTRAK
Latar Belakang: Beasiswa diberikan kepada mahasiswa sebagai bentuk dukungan finansial sekaligus
dorongan untuk mencapai prestasi akademik dan pengembangan diri secara optimal. Mahasiswa
penerima beasiswa diharapkan mampu mempertahankan prestasi, beradaptasi dengan tuntutan
akademik, serta memenuhi ekspektasi institusi pemberi beasiswa. Namun, seiring berjalannya waktu,
tuntutan tersebut tidak selalu dapat diterima secara adaptif oleh mahasiswa, sehingga dapat
memunculkan tekanan psikologis, salah satunya impostor syndrome, yaitu kondisi ketika individu
meragukan kemampuan dan pencapaiannya meskipun memiliki bukti keberhasilan yang objektif. Untuk
mengatasi kondisi tersebut, diperlukan intervensi psikososial berupa pendekatan program mentoring,
yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengemukakan permasalahan, merefleksikan
pengalaman, serta memperoleh dukungan emosional dan akademik secara kolaboratif. Tujuan: Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh program mentoring psikososial terhadap impostor
syndrome pada mahasiswa penerima beasiswa di STIKes X Bekasi. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest. Populasi pada penelitian
ini adalah seluruh mahasiswa penerima beasiswa berjumlah 96 mahasiswa, dengan sampel penelitian
berjumlah 53 mahasiswa penerima beasiswa yang dipilih menggunakan proportional random sampling.
Variabel impostor syndrome diukur menggunakan Impostor Profile-27 (IPP27) versi Bahasa Indonesia.
Program mentoring dilaksanakan berdasarkan standar prosedur operasional (SPO) yang telah disusun.
Hasil: hasil bivariat di analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian
menunjukkan adanya penurunan skor impostor syndrome setelah diberikan intervensi mentoring, dengan
nilai p < 0,001. Kesimpulan: penelitian ini adalah program mentoring psikososial memiliki pengaruh
secara signifikan dalam menurunkan impostor syndrome pada mahasiswa penerima beasiswa. Oleh
karena itu, program mentoring psikososial disarankan untuk dijadikan sebagai salah satu bentuk layanan
kemahasiswaan bagi mahasiswa penerima beasiswa.
Kata kunci: impostor syndrome, mahasiswa beasiswa, program mentoring, kesehatan mental
| KTI1777Q1 | S1.KEP1777 2026 | RAK REFERENSI TUGAS AKHIR | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - TIDAK DAPAT DIPINJAMKAN |
Tidak tersedia versi lain